ONE HADITH A DAY
Hadits tentang Menjaga Lisan
Hadits tentang menjaga ucapan, bahaya ghibah dan dusta, serta keutamaan berkata baik atau diam.
19 hadits
- Senantiasa lisanmu basah dengan zikir kepada Allah
- Siapa yang dapat memberi jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara dua tulang rahangnya (lisannya) dan di antara kedua kakinya (kemaluannya), maka aku menjamin surga untuknya
- Tahukah kalian apa gibah itu?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Beliau bersabda, "Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci
- Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba
- Aku pernah bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah keselamatan itu?" Beliau bersabda, "Jagalah lisanmu, cukupkanlah diri dengan rumahmu, dan tangisilah kesalahanmu!
- Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau suka makanan itu, beliau menyantapnya. Apabila tidak menyukainya, beliau membiarkannya.
- Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran
- "Termasuk dosa besar seseorang mencela kedua orang tuanya." Dikatakan, "Apakah mungkin seseorang mencela kedua orang tuanya?" Nabi bersabda, "Ya. Seseorang mencela bapak orang lain sehingga orang itu pun mencela bapaknya, dan mencela ibunya sehingga orang itu pun mencela ibunya sendiri."
- Maukah kalian aku sampaikan tentang apakah kedustaan? Itulah namimah (yang) banyak menyebarkan pembicaraan di tengah masyarakat
- Aku katakan, "Wahai Rasulullah, ajarilah aku doa." Beliau bersabda, "Ucapkanlah: Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaranku, dari keburukan pandanganku, dari keburukan lisanku, dari keburukan hatiku dan dari keburukan maniku (kemaluanku)."
- Sesungguhnya setan sudah putus asa akan disembah oleh orang-orang yang salat di Jazirah Arab, akan tetapi ia masih berharap bisa mengadu domba di antara mereka
- Telah ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina. Ia pasti mendapatkan hal itu, tidak mustahil. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengarkan, zina lisan adalah mengucapkan, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah melangkah, dan zina hati adalah nafsu dan berharap. Sedangkan kemaluan, itulah yang membenarkan atau mendustakannya
- Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaknya), dan bukan pula orang yang jorok omongannya
- Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang datang pada hari kiamat dengan (pahala) salat, puasa dan zakat. Namun ia datang telah mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini dan memukul si ini. Maka orang ini diberi dari kebaikannya, dan orang ini juga diberi dari kebaikannya
- Apabila anak Adam berada di pagi hari, maka seluruh anggota tubuhnya mewanti-wanti lisannya seraya berkata, "Bertakwalah kepada Allah, karena kami hanya bergantung kepadamu! Jika engkau istikamah, kami pasti istikamah. Jika engkau menyimpang, maka kami pun akan menyimpang."
- Dua orang yang saling mencaci, apapun yang mereka berdua katakan, maka dosanya bagi orang yang memulai di antara mereka berdua sampai orang yang dianiaya melebihi cacian orang yang memulai.
- Janganlah kalian mencela ayam jantan. Sesungguhnya dia membangunkan untuk salat.
- Siapa yang dijaga oleh Allah dari kejelekan benda yang ada di antara kedua rahangnya (lisannya) dan kejelekan benda yang ada diantara kedua kakinya (kemaluannya), ia pasti masuk surga.
- Allah Ta'ala berfirman: Anak Adam menyakiti-Ku. Mereka mencaci masa, padahal Aku pemilik dan pengatur masa. Di tangan-Kulah semua urusan. Akulah yang membolak-balik malam dan siang
Baca satu hadits setiap hari di onehadithaday.com →