ONE HADITH A DAY

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasanya saat duduk membaca doa, beliau meletakkan tangan kanannya di atas paha kanan dan tangan kiri di atas paha kiri. Beliau berisyarat dengan jari telunjuknya, meletakkan jempol di jari tengahnya, dan menelungkupkan telapak tangan kirinya di lutut kaki kirinya

Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih

عن عبد الله بن الزُّبير رضي الله عنهما قال: «كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قَعد يَدْعُو، وضع يَده اليُمْنَى على فخِذِه اليُمْنَى، ويَده اليُسْرَى على فخِذِه اليُسْرَى، وأشَار بِإِصْبَعِهِ السَّبَّابَة، ووضَع إبْهَامَه على إِصْبَعِهِ الوُسْطَى، ويُلْقِم كَفَّه الْيُسْرَى رُكْبَتَه».

“Dari Abdullah bin Az-Zubair -raḍiyallāhu 'anhumā-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasanya saat duduk membaca doa, beliau meletakkan tangan kanannya di atas paha kanan dan tangan kiri di atas paha kiri. Beliau berisyarat dengan jari telunjuknya, meletakkan jempol di jari tengahnya, dan menelungkupkan telapak tangan kirinya di lutut kaki kirinya."”

Penjelasan

Makna hadis: "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasanya saat duduk membaca doa." Artinya, saat beliau duduk tasyahud. Ini dikuatkan oleh hadis riwayat Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhu-, "Jika Rasulullah duduk tasyahud maka beliau meletakkan tangan kirinya di atas paha kirinya." (HR. Muslim). Tasyahud adalah bacaan: "Attaḥiyyātu lillāhi waṣ ṣalawātu wa ṭayyibāt, assalāmu 'alaika ayyuha an-Nabiyyu wa raḥmatullāhi wabarakātuh, assalāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillahi aṣ-ṣālihīn...(segala kehormatan, keberkahan, dan kebaikan bagi Allah, semoga keselamatan atas engkau wahai Nabi (Muhammad), begitu pula rahmat Allah dan berkah-Nya. Dan semoga keselamatan untuk kami dan seluruh hamba-hamba Allah yang saleh...)." Tasyahud disebut doa karena memuat doa. Sebab, ucapan, 'Assalāmu 'alaika' dan 'assalāmu 'alainā' adalah doa. Ucapannya, "Maka beliau meletakkan tangan kanannya di atas paha kanan dan tangan kiri di atas paha kiri." Artinya, jika beliau duduk tasyahud, maka beliau membuka tangan kanannya di atas paha kanan dan tangan kirinya di atas paha kiri. Hikmah diletakkannya tangan di atas lutut atau paha agar tidak melakukan gerakan-gerakan yang tidak berguna. Meletakkan tangan di atas paha tidak menafikan meletakkannya di atas lutut, karena meletakkan tangan di paha pasti jari-jari berada di atas lutut. Di dalam riwayat Wā`il bin Hujr -raḍiyallāhu 'anhu-, "Bahwasanya Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha dan lutut kirinya dan menjadikan siku tangannya yang kanan di atas paha kanannya." (HR. Nasā`i dan lainnya). Perkataan perawi…

Baca hadith lainnya di onehadithaday.com →