ONE HADITH A DAY

Seekor hewan tunggangan dibawakan kepada Ali -raḍiyallāhu 'anhu- untuk ditungganginya. Ketika ia meletakkan satu kakinya pada sanggurdi, ia mengucapkan, "Bismillāh (Dengan nama Allah)."

Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad · Hadis sahih

عن علي بن ربيعة، قال: شهدت علي بن أبي طالب رضي الله عنه أتي بدابة ليركبها، فلما وضع رجله في الركاب، قال: بسم الله، فلما استوى على ظهرها، قال: الحمد لله الذي سخر لنا هذا وما كنا له مُقْرِنين، وإنا إلى ربنا لمنقلبون، ثم قال: الحمد لله، ثلاث مرات، ثم قال: الله أكبر، ثلاث مرات، ثم قال: سبحانك إني ظلمت نفسي فاغفر لي إنه لا يغفر الذنوب إلا أنت، ثم ضحك، فقيل: يا أمير المؤمنين، من أي شيء ضحكت؟ قال: رأيت النبي صلى الله عليه وسلم فعل كما فعلت ثم ضحك، فقلت: يا رسول الله، من أي شيء ضحكت؟ قال: «إن ربك تعالى يَعجب من عبده إذا قال: اغفر لي ذنوبي، يعلم أنه لا يغفر الذنوب غيري»

“Dari Ali bin Rabī'ah, ia berkata, "Aku menyaksikan Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- dibawakan seekor hewan tunggangan untuk ditungganginya. Ketika ia meletakan satu kakinya pada sanggurdi, ia mengucapkan, "Bismillāh (Dengan nama Allah)." Lantas ketika berada di atas punggungnya, ia mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah menundukkan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak bisa menguasainya, dan hanya kepada-Mu kami kembali." Kemudian ia mengucapkan, "Alḥamdulillāh (Segala puji bagi Allah) sebanyak tiga kali," lalu mengucapkan, "Allāhu Akbar (Allah Mahabesar) sebanyak tiga kali," kemudian mengucapkan, "Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau." Lantas ia tertawa. Kemudian ia ditanya, "Wahai Amirul Mukminin, kenapa engkau tertawa?" Ia menjawab, "Aku pernah melihat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melakukan seperti apa yang aku lakukan ini, kemudian beliau tertawa, maka aku bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa engkau tertawa?" Beliau bersabda, "Sesungguhnya Rabbmu yang Mahatinggi, merasa takjub terhadap hamba-Nya ketika ia mengatakan, "Ampunilah dosa-dosaku." Ia tahu bahwa tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Aku."”

Penjelasan

Dari Ali bin Rabī'ah, ia termasuk pembesar tabi'in. Ia berkata, "Aku menyaksikan," yakni, aku hadir bersama Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu-, lalu ia dibawakan seekor binatang tunggangan," Ad-Dābbah secara bahasa adalah sesuatu yang melata di atas bumi, lalu tradisi mengkhususkannya pada hewan berkaki empat. "untuk ditungganginya. Ketika ia meletakkan satu kakinya pada sanggurdi, ia mengucapkan, "Bismillāh (Dengan nama Allah)." yakni, aku menunggangi, "Lantas ketika berada di atas punggungnya, ia mengucapkan, "Alḥamdulillāh (Segala puji bagi Allah)" yakni, atas kenikmatan yang besar ini. Yaitu menundukkan binatang liar dan menjadikannya patuh kepada kita untuk ditunggangi dalam keadaan terpelihara dari keburukannya, sebagaimana hal ini dijelaskan dalam sabdanya, "Allażī sakhkhara lana hāża (yang telah menundukkan ini)" yakni, menundukkan, "bagi kami," yakni untuk kita tunggangi, "padahal sebelumnya kami tidak bisa," yakni menguasainya, "menguasainya," yakni mampu, "dan hanya kepada-Mu kami kembali." Kemudian ia mengucapkan," yakni setelah pujian-Nya yang diikat dengan sanjungan terhadap apa yang telah dianugerahkan kepadanya, "Alḥamdulillāh (Segala puji bagi Allah sebanyak tiga kali)" pujian yang tidak terikat dengan sesuatu," Dalam pengulangan ini menunjukkan keagungan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dan sesungguhnya seorang hamba tidak akan bisa mengukur kekuasaan Allah dengan sebenarnya dan ia diperintahkan untuk terus-menerus dalam ketaatan kepada-Nya sesuai kemampuannya. "lalu mengucapkan, "Allahu Akbar (Allah Mahabesar, sebanyak tiga kali)," Pengulangan ini untuk me…

Baca hadith lainnya di onehadithaday.com →