ISTILAH HADITH
شاذ
shādhdh
Versi dari perawi yang sebenarnya tepercaya, tetapi bertentangan dengan riwayat perawi yang lebih kuat atau lebih banyak. Versi yang menyendiri.
Inti gagasannya adalah PERTENTANGAN antar-riwayat. Versi yang lebih kuat dukungannya disebut mahfuzh (terpelihara); versi yang menyimpang disebut syadz.
Keberadaan syadz adalah salah satu dari lima hal yang menggugurkan sebuah hadith dari derajat sahih.
Istilah ini benar-benar diperselisihkan, dan Ibnu ash-Shalah memaparkan tiga definisi yang tidak sejalan: menurut asy-Syafi'i dan sekelompok ulama Hijaz, syadz adalah bila perawi tepercaya meriwayatkan sesuatu yang MENYELISIHI riwayat orang banyak — bukan sekadar meriwayatkan apa yang tidak diriwayatkan orang lain; menurut al-Khalili, apa yang hanya punya satu sanad; menurut al-Hakim, apa yang seorang tepercaya menyendiri dengannya tanpa penguat. Ibnu ash-Shalah menolak dua yang terakhir karena akan menjatuhkan hadith-hadith masyhur yang sahih seperti "innamal a'malu bin-niyyat". Ibnu Hajar berbeda lagi dari Ibnu ash-Shalah dan an-Nawawi dalam membedakan syadz dari munkar: bagi Ibnu Hajar, pertentangan dari perawi yang diterima disebut syadz, sedangkan dari perawi yang lemah disebut munkar.