ONE HADITH A DAY
Istilah hadith
Arti sebenarnya dari derajat dan istilah yang tampil pada setiap hadits, dirangkum dari kitab-kitab klasik ilmu hadits.
- Derajat hadith — Penilaian ulama tentang seberapa kuat jalur periwayatan sebuah hadith — bukan tentang isinya.
- Hadith Sahih — Derajat tertinggi — sanadnya bersambung, dan setiap perawinya jujur sekaligus kuat hafalannya.
- Hadith Hasan — Satu tingkat di bawah sahih — sanadnya baik dan perawinya jujur, hanya saja hafalan salah seorangnya sedikit lebih ringan. Tetap menjadi hujjah.
- Hadith Daif — Jalur periwayatannya bermasalah — ada keterputusan, atau ada perawi yang diragukan. Artinya "belum terverifikasi", bukan "terbukti palsu".
- Hadith Maudu' (Palsu) — Palsu — kalimat yang dibuat-buat seseorang lalu didustakan atas nama Nabi ﷺ. Sama sekali bukan hadith.
- Hadith Mursal — Seorang Tabi'in langsung menyandarkan sabda kepada Nabi ﷺ tanpa menyebut Sahabat yang mendengarnya. Ada mata rantai yang hilang namanya.
- Hadith Mauquf — Perkataan atau perbuatan seorang Sahabat — bukan sesuatu yang disandarkan kepada Nabi ﷺ.
- Hadith Maqtu' — Perkataan atau perbuatan seorang Tabi'in — generasi sesudah para Sahabat.
- Hadith Syadz — Versi dari perawi yang sebenarnya tepercaya, tetapi bertentangan dengan riwayat perawi yang lebih kuat atau lebih banyak. Versi yang menyendiri.
- Hasan Lighairihi — Hadith yang lemah bila berdiri sendiri, tetapi datang melalui beberapa jalur lemah yang terpisah — dan kesesuaian jalur-jalur itu mengangkatnya ke derajat yang bisa diterima.
- Sahih Lighairihi — Hadith yang asalnya hasan, lalu datang pula melalui jalur-jalur lain — dukungan tambahan itu mengangkatnya ke derajat tertinggi.